Akankah Perbankan dan FinTech Terguncang Oleh Kehadiran 5G ?

 Lembaga keuangan saat ini sudah menjadi lebih mobile, dengan banyak dari sisi operasinya memilih bekerja lebih dekat dengan penyedia FinTech untuk meningkatkan layanan, mempertahankan pelanggan dan mendapatkan yang baru. Debut 5G menjanjikan untuk menambahkan tool lain yang dapat membantu upaya tersebut. Saat teknologi seluler semakin dekat dengan khalayak umum, maka ekosistem potensi 5G untuk FinTech dan perbankan seluler akan semakin jelas.

Bank kini masih bergumul dengan cara terbaik untuk menyebarkan teknologi seluler, dan melakukannya dengan cara menyeimbangkan keamanan, otentikasi yang aman, dan kenyamanan konsumen.  Machine Learning (ML) dan Artificial Intelligence (AI) adalah di antara teknologi baru yang mampu meningkatkan operasi perbankan, termasuk layanan pelanggan dan mencegah penipuan.

5G menawarkan kemungkinan teknologi baru yang dapat membantu FinTech dan lembaga keuangan memasukan teknologi baru untuk mendorong upaya digital yang sedang berlangsung. Agar perbankan seluler ada di mana-mana, maka pengembangan teknologi 5G menjadi penting, Teknologi 5G mengurangi latensi dan waktu transaksi, yang merupakan kunci untuk memastikan jaringan dapat menangani jumlah transaksi dalam skala besar.

Permintaan Digital


Beberapa lembaga keuangan sekarang menggunakan kecerdasan buatan, data PYMNTS terbaru menempatkan persentase Amerika Serikat (AS) pada 5,5 persen. Ketika berbicara tentang 5G, lembaga keuangan dan penyedia FinTech mungkin merasa terpaksa, dibanding dengan keputusan tentang apakah dan bagaimana menerapkan sistem AI. Dengan alasan juga, bahwa bank secara umum telah "lesu" dalam memenuhi permintaan digital konsumen. Seiring dengan perubahan demografi pelanggan, akan ada tekanan yang meningkat pada bank untuk memberikan layanan pelanggan yang unggul melalui saluran pilihan pengguna mereka. 5G selanjutnya akan memaksa bank untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam cara mereka menggunakan teknologi, untuk operasi internal dan juga dalam melibatkan pelanggannya.

Lalu apa artinya itu? akan banyak operasi perbankan yang sudah dikenal, seperti layanan pembayaran, akan mencapai bentuk baru yang meluas ke saluran yang lebih baru, termasuk smartphone 5G, perangkat IoT, dan virtual reality. Peningkatan keamanan dan kecepatan yang dimungkinkan oleh 5G juga akan merevolusi pasar modal, memperpendek siklus penyelesaian dan menghilangkan latensi kemampuan perdagangan seluler secara real time.

Keunggulan Latensi


Ketika berbicara tentang FinTech secara khusus, sebenarnya daya tarik utama 5G pada saat ini bukanlah kecepatan semata, tetapi juga pada "latensi ultra-rendah." Latensi didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan perangkat untuk mengirim perintah ke server jarak jauh dan mendapatkan balasan, latensi tampaknya akan berkurang dari 50 milidetik pada ponsel 4G menjadi di bawah satu milidetik di era 5G.

Jadi setidaknya, 5G akan menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih cepat dan real-time ke perangkat seluler, sedemikian rupa sehingga konsumen akan merasakan transaksi perbankan dan pembayaran secara instan di perangkat mereka. Dengan kata lain, 5G berarti tidak ada waktu tunggu.

Latensi rendah akan menjadi lebih penting dalam jangka pendek karena penggunaan application programming interface (API) pihak ketiga dalam perbankan juga akan ikut tumbuh, melalui aplikasi maka pihak ketiga akan mendapatkan akses ke database bank untuk dapat melakukan transaksi.

Meskipun demikian, tampaknya blockchain  dan crytocurrency  belum akan mengalami manfaat signifikan dari latensi rendah yang dijanjikan oleh teknologi jaringan seluler 5G. Tetapi latensi dan fitur 5G lainnya akan mempromosikan penggunaan lebih lanjut dalam pembayaran, perbankan digital, dan layanan keuangan melalui smartphone dan perangkat lainnya. Penerapan 5G akan membayangi ketika lembaga keuangan sedang fokus pada komputasi awan, yang akan meningkatkan apa yang dapat dilakukan oleh bank dan FinTech.

Ditulis oleh : andrian sulistyono