Analisa Pasar dalam Percepatan Penerapan 5G

Tren pasar: Pertumbuhan data eksponensial terus mempercepat penerapan 5G

Pada akhir tahun 2019, trafik data seluler global diperkirakan akan mencapai 38 per bulan dan diproyeksikan tumbuh 4 kali lipat menjadi 160 per bulan pada tahun 2025. Pertumbuhan data yang masif ini akan didorong oleh data seluler yang dikonsumsi oleh lebih dari 6 miliar orang pengguna smartphone, laptop, dan sejumlah besar perangkat 6 tahun dari sekarang.

Analisa Pasar dalam Percepatan Penerapan 5G



 Dari perspektif konsumen, ini berarti bahwa di sebagian besar pasar berkembang, pengguna data seluler akan beralih dari konsumsi rata-rata 10 GB per bulan internet seluler saat ini menjadi lebih dari 40 GB per bulan pada tahun 2025.

Analisa Pasar dalam Percepatan Penerapan 5G


Industri seluler perlu menyebarkan teknologi 5G dengan cepat di berbagai band  frekuensi untuk memenuhi permintaan ini dengan cara yang lebih hemat biaya. Biaya produksi marjinal untuk data seluler perlu dikurangi secara dramatis dari 0,30 usd / GB menjadi di bawah 0,1 Usd / GB untuk mengelola pertumbuhan data

 50 jaringan komersial secara global

 Hingga hari ini, 328 penyedia layanan di 109 negara telah mengumumkan rencana untuk berinvestasi di 5G. Sebanyak 50 operator telah meluncurkan layanan 5G termasuk Australia, China, Estonia, Finlandia, Amerika Serikat, Spanyol. Ini dua kali lipat jumlah peluncuran sejak Agustus tahun ini.

5G Home broadband juga mendapatkan momentum dengan lebih dari 29 operator yang telah meluncurkan layanan akses nirkabel tetap 5G yang sesuai dengan 3GPP.

Dalam hal serapan, Korea Selatan masih memimpin. Negara ini telah mendapatkan lebih dari 4 juta pelanggan ke jaringan 5G-nya pada Oktober 2019, yang meningkat lebih dari 500.000 pelanggan dari bulan sebelumnya. SK Telecom memiliki pelanggan 5G terbanyak dengan 1,77 juta, diikuti oleh KT 1,21 juta dan LG Uplus 1 juta. Langganan global akan mencapai 15-20 juta pelanggan pada akhir 2019.

Analisa Pasar dalam Percepatan Penerapan 5G

 Pada 2025, koneksi 5G global diharapkan mencapai 1,6 miliar (setara dengan tingkat adopsi 18%), sebagian besar didorong oleh tingkat adopsi yang tinggi di China, Eropa, dan AS. Analis memperkirakan China menjadi pasar terbesar dengan sekitar 600 juta koneksi, terhitung 38% dari dunia.