Berkendara tanpa sopir dengan 5G

5G Akan Mewujudkan Sensasi Berkendara Tanpa Sopir


Kendaraan yang terhubung dan otonom akan membentuk cara kita bepergian dan cara pengangkutan barang dalam waktu yang tidak terlalu lama. 5G adalah pendorong utama di masa depan mobilitas kita, membuat transportasi semakin otonom, cerdas, selalu terhubung, dan aman.

Image By Telkomsel


Kendaraan otonom atau kendaraan tanpa pengemudi ramai diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir. Ini setelah berbagai perusahaan otomotif besar macam mulai mengembangkannya. Dengan semakin majunya teknologi pada kendaraan self-driving, tidak mengherankan jika dalam beberapa tahun lagi kendaraan seperti ini akan berkeliaran di jalanan, berdampingan dengan kendaraan yang ada saat ini. Metode self-driving ini sendiri mulai dikembangkan bukan hanya untuk mempermudah perpindahan manusia, tapi juga memfasilitasi layanan pengantaran seperti makanan dan barang.

Namun, untuk dapat memantau dan mengoperasikan kendaraan semacam itu dari jarak jauh, tentunya bukan hal gampang. Salah satu hal penting untuk memungkinkan kendaraan otonom bisa berjalan adalah adanya akses internet yang memadai. Oleh karena itu, konektivitas internet mobile 5G sangat dibutuhkan dari proses pengembangan kendaraan self-driving.

5G akan memungkinkan kita untuk memanfaatkan potensi penuh dari teknologi canggih seperti artificial intelligence (AI), virtual reality, dan Internet of Things (IoT) dengan kecepatan internet hingga 100 kali lebih cepat dari 4G. Kendaraan self-driving menggunakan ratusan sensor untuk membuat kendaraan bisa melaju lebih cepat dan lebih 'mandiri'. Sensor-sensor ini menghasilkan jumlah data yang sangat banyak, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Bahkan jauh lebih banyak daripada yang dimuat oleh IoT lainnya karena sistem mobil otonom membutuhkan kemampuan pemrosesan data yang luar biasa banyak dan kecepatan yang cepat diperlukan untuk meniru waktu refleks manusia.

Oleh karena itu, untuk menangani, memproses, dan menganalisis jumlah data ini, dibutuhkan jaringan yang jauh lebih cepat daripada teknologi 4G. Menurut Joy Laskar, CTO dari Maja Systems, mobil otonom di masa depan akan menghasilkan hampir 2 petabit data, yang setara dengan 2 juta gigabit. Dengan koneksi Wi-Fi canggih, akan dibutuhkan 230 hari untuk mentransfer data sepekan dari mobil yang bisa mengemudi sendiri.

Sementara menurut perkiraan Intel, data informasi dari sebuah mobil otonom akan melebihi 4.000 gigabyte per kendaraan per hari. Pada saat yang sama, ini akan memungkinkan kendaraan otonom untuk terhubung ke jaringan hampir secara real time dan berbicara satu sama lain dan lingkungan mereka, yang terpenting di berbagai bidang seperti pencegahan kecelakaan dan navigasi yang dioptimalkan.

Infrastruktur Komunikasi dengan Jaringan 5G


Jaringan 5G akan menyediakan infrastruktur komunikasi yang kuat, aman, dan luas untuk mobil yang terhubung dan kendaraan otonom. Kemampuannya untuk memberikan latensi yang lebih rendah, kecepatan data yang lebih tinggi, dan menghubungkan beberapa perangkat sangat penting untuk menangani sejumlah besar data yang akan dibuat kendaraan yang terhubung. Itulah sebabnya mobil otonom membutuhkan teknologi dan produk pemrosesan ASIC yang jauh lebih cepat. ASIC (application-specific integrated circuit) adalah sejenis sirkuit terintegrasi yang dibangun khusus untuk aplikasi atau tujuan tertentu.Beberapa perusahaan semikonduktor terkemuka di dunia seperti Intel dan Qualcomm sedang mengembangkan ASIC, menggabungkan bandwidth besar yang tersedia pada frekuensi 5G dengan radio digital baru dan arsitektur antena.

Chip ASIC akan mengubah kendaraan otonom menjadi pusat data seluler, yang memungkinkan mobil tanpa pengemudi untuk membuat keputusan real-time dan rumit.

Alasan utama lain mengapa 5G sangat penting untuk mobil otonom adalah karena kendaraan semacam ini membutuhkan sistem keamanan ekstra yang khusus, seperti membuat fitur autopilot yang bisa membuat sistem kemudi mobil diambil alih dalam keadaan darurat. Oleh karenanya, koneksi yang stabil dan cepat seperti yang ditawarkan oleh 5G akan menjadi sangat penting. Selain itu, dengan jaringan 5G, penumpang di dalam mobil bisa menikmati layanan infotainment berkualitas tinggi. Itulah beberapa hal yang akan membuat penyedia layanan komunikasi menjadi mitra penting untuk mobil otonom, baik untuk analisis data, keselamatan, atau alasan hiburan.

Firma analis IDC memperkirakan bahwa pada tahun 2020, 5G akan menghasilkan 30 persen data dunia. Pengemudi otonom bersama dengan keselamatan dan komunikasi infrastruktur akan berkontribusi signifikan terhadap angka ini. Teknologi 5G berpotensi memberikan peningkatan visibilitas dan kendali atas sistem transportasi. Latensi rendah, kapasitas tinggi, dan keandalan akan meningkatkan cara barang dan orang melakukan perjalanan. Melalui teknologi seluler, 5G diharapkan dapat menyediakan konektivitas ujung ke ujung di seluruh kota kita dan sekitarnya. Ini akan mendukung banyak jenis komunikasi untuk perusahaan transportasi. Dua dari yang paling penting meliputi:

  • Vehicle to vehicle (V2V): Kendaraan mengirimkan sinyal langsung satu sama lain
  • Vehicleto infrastructure (V2I): Kendaraan berkomunikasi dengan sensor di jembatan, jalan, dan lampu lalu lintas.


1. Vehicleto infrastructure (V2I)

Komunikasi V2I dapat memungkinkan kendaraan dan infrastruktur transportasi bekerja dengan mulus satu sama lain. Lampu lalu lintas dapat beradaptasi secara dinamis di sekitar arus lalu lintas, menyesuaikan lampu untuk meminimalkan penundaan yang tidak perlu. Di jalan raya, konvoi kendaraan yang terhubung dapat membentuk "mini cloud", yang berkomunikasi satu sama lain untuk memperingatkan kendaraan dan untuk menjaga jarak tetap antara satu sama lain.



2. Vehicle to vehicle (V2V)

Kemajuan V2V dan V2I ini dapat membantu membuat algoritma mengemudi otonom lebih aman dan lebih andal. Ini akan menyuguhkan kemajuan transportasi yang dapat mengubah jalan masa depan menjadi tempat yang sangat berbeda dan lebih aman. Hampir 125 tahun setelah kendaraan pertama diuji di jalan raya, perjalanan kita ke masa depan baru saja dimulai lewat teknologi V2V dan V2I 5G.
Saat jaringan 5G diluncurkan, ini menyatukan jaringan nirkabel yang ada, jaringan tersebut dapat memberikan visibilitas real time end to end dalam sistem transportasi.

Peningkatan kapasitas jaringan akan membantu manajer transportasi umum menghubungkan orang-orang di stadion dan pusat konvensi dengan bus dan kereta bawah tanah, menciptakan jenis kecerdasan tingkat perjalanan yang belum pernah dilihat sebelumnya. 5G dapat memberikan lebih banyak visibilitas dalam gabungan pergerakan orang dan lalu lintas, juga memungkinkan sebuah kota untuk merencanakan arus lalu lintas sehari-hari dan mengantisipasi kapasitas transportasi di sekitar acara besar secara real time. Demikian pula, jaringan 5G di seluruh kota yang ada di mana-mana akan memudahkan pemilik armada swasta untuk mendapatkan data lokasi yang konsisten dari kendaraan dinas lapangan dan truk pengiriman mereka. Data yang dikirimkan secara real time, akan membantu mereka melacak segala sesuatu mulai dari lokasi dan kecepatan kendaraan hingga waktu idle dan konsumsi bahan bakar. Sistem analisis dapat menggunakan informasi ini untuk mengoptimalkan penggunaan kendaraan jangka panjang dan perutean jangka pendek.

Visibilitas armada yang meningkat juga dapat menghasilkan keamanan dan keandalan yang lebih baik. Pengemudi di armada publik dan pribadi dapat tetap berkomunikasi selama keadaan darurat dan mendapatkan pemberitahuan waktu nyata tentang kondisi jalan yang buruk, memungkinkan mereka untuk mengubah rute perjalanan mereka secara dinamis jika diperlukan. Pengubahan rute ini merupakan salah satu contoh peningkatan efisiensi yang dapat diharapkan dari transportasi
berkemampuan 5G.

5G menjanjikan kecepatan setidaknya sepuluh kali lebih cepat dari 4G LTE, yang akan menjadikannya pengubah permainan dalam hal memenuhi janji transportasi otonom. Pembaruan info jalan raya, misalnya, akan dikirimkan dalam milidetik. Kendaraan yang terhubung akan dapat mengumpulkan informasi dari mobil lain, rambu jalan, lampu lalu lintas, dan pejalan kaki saat mereka melakukan perjalanan.



5G Automotive Association (5GAA)

Industri otomotif adalah bisnis vertikal yang penting untuk 5G. Tahun lalu 5G Automotive Association (5GAA) dibentuk untuk mempercepat penerapannya. Ini menyatukan kelas berat industri dari industri otomotif, teknologi dan telekomunikasi untuk mengembangkan standar dan solusi ujung ke ujung yang dapat diskalakan untuk layanan mobilitas dan transportasi masa depan bersama 5G. Anggotanya termasuk Audi, Daimler, BMW, Orange, Ericson, Huawei, Intel, Nokia dan Qualcomm.

5GAA percaya 5G akan menjadi platform utama untuk memungkinkan co-operative intelligent transport systems (C-ITS) dan komunikasi vehicle to everything (V2X). Komunikasi Cellular vehicle-to-everything (C-V2X) sudah ada, tetapi perlu dikembangkan untuk memenuhi persyaratan standar keselamatan. Kekuatan 5G terletak pada menurunkan latensi menjadi satu angka, menawarkan ketersediaan, kecepatan, dan keandalan berkelanjutan yang memungkinkan berbagi data secara real-time di beberapa koneksi. Kecepatan data hingga 1 Gbps untuk komunikasi video resolusi 4K dalam uji 5G telah dicapai dengan kendaraan yang melaju dengan kecepatan 30 km per jam.


Peluncuran 5G dan Pengembangan Mobil Otonom

Dengan peluncuran awal 5G di kota-kota besar di negara berkembang, transportasi umum akan menjadi yang pertama mendapat manfaat dari 5G, membantu kota-kota besar mengurangi kemacetan dan dampak lingkungan negatif dengan mengajak orang-orang untuk memanfaatkan bus otonom, trem, dan kereta api misalnya.

Telenor Norway, misalnya, berencana menjalankan uji coba bus otonom di kota Kongsberg. Uji coba awal akan melibatkan bus otonom, yang akan memiliki jaringan 5G khusus dari stasiun kereta api ke kawasan industri di kota.

Scania telah menyiapkan jaringan bukti konsep 5G di Södertälje, Swedia, yang dapat mengontrol bus dari jarak jauh dari pusat operasi pusat. Data dari sensor dialirkan ke pusat operasi melalui akses radio LTE dengan 5G core network yang telah berkembang.

Finlandia memiliki jalan cerdas yang sudah beroperasi, yaitu ekosistem uji publik Aurora, yang didirikan pada 2017 sepanjang 10 km di utara Finlandia dengan dilengkapi banyak sensor. Smart road telah membantu pengemudi mengatasi masalah termasuk kabut beku dan suhu ekstrem.

Operator bus otonom dari China, Yutong telah membangun serangkaian solusi sistem transportasi umum cerdas 5G berdasarkan bus penggerak otonom L4. Yutong telah membangun sebuah generasi baru sistem transportasi jaringan cerdas dengan kolaborasi komprehensif. Proyek yang diluncurkan di Zhengzhou, Henan China ini menandai bahwa Yutong telah mencapai transformasi dari "single vehicle intelligence” ke “cluster intelligence", dan menyelesaikan transisi dari penyedia kendaraan otonom ke penyedia solusi sistem transportasi cerdas 5G.

Korea Telecom (KT) bersama penyedia teknologi kendaraan tanpa awak yang berbasis di Seoul, Unmanned Solutions, telah mengumumkan kemitraan pada bulan April 2019 untuk mengembangkan menara kontrol virtual berbasis 5G untuk kendaraan tanpa pengemudi. Untuk pertama kalinya di Korea Selatan, KT akan menguji coba bus dengan platform baru pada bus antar-jemput enam kursi.
Sementara London meluncurkan transportasi umum tanpa supir. Transportasi ini membuat penggunanya dapat merasakan sensasi naik shuttle bus mini otomatis. Kendaraan Bus ini dapat melaju dengan kecepatan 16,1 km/ jam yang dikendalikan oleh Software dalam Laptop atau komputer.

Taiwan juga meluncurkan bus 5G yang beroperasi melewati 7 buah halte. Meskipun kendaraan bus ini beroperasi di dalam area padat koneksi internet, tayangan dengan kualitas 8K/4K tetap bisa ditampilkan dengan lancar tanpa adanya gangguan. Software yang terpasang didalam bus ini jugasudah dilengkapi dengan smart system untuk memonitor keamanan dalam kendaraan. Sistem diatas sudah terkoneksi dengan stasiun pengamatan, sehingga jika terjadi hal-hal tidak di inginkan, situasi dapat langsung diketahui oleh petugas sehingga dapat dengan segera mengambil tindakan.


5G dan Truk yang Saling Terhubung

5G juga akan menguntungkan sektor pengangkutan dengan truk otonom yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan menurunkan konsumsi bahan bakar. Sekali lagi bandwidth dan latensi rendah yang ditawarkan oleh 5G berarti kendaraan dapat mengirimkan informasi arah satu sama lain, misalnya, dengan cepat, efisien dan andal atau menyediakan pemeliharaan prediktif. Di masa depan, jaringan baru dapat terus mengupdate peta dan rute untuk kendaraan otonom.


Smart City dengan Smart Transportation

Peluncuran 5G akan memfasilitasi penyebaran kota pintar, mendukung jaringan sensor besar-besaran dan Internet of Things (IoT). Jika otoritas sipil bergerak untuk membatasi mobil di ruang dalam kota dengan cepat, kita akan melihat adopsi mobil otonom dan penggunaan 5G yang dipercepat. 5G akan memungkinkan mobil untuk berkomunikasi satu sama lain dan dengan sistem kontrol lalu lintas. Pengguna akan mendapatkan keuntungan dari informasi jalan dan infotainment yang lebih berkualitas. Di masa depan, kita akan melihat VR memberikan kunjungan kota yang imersif.

5G juga akan memenuhi permintaan konsumen akan pengalaman perjalanan multi-moda dari pintu ke pintu. Misalnya, mereka mungkin memulai sebagai pejalan kaki, lalu naik mobil diikuti dengan kereta atau pesawat. 5G akan membantu memberikan konsistensi dalam hal kenyamanan, keamanan dan infotainment berkelanjutan dengan menyediakan konektivitas yang stabil.

Ditulis oleh : Andrian S