Pemerintah Lelang Band Frekuensi 2,3 GHz

Kesulitan Negoisasi 3,5 GHz untuk 5G, Pemerintah Akan Menggelar Lelang band Frekuensi 2,3 GHz


Kemenkominfo berencana menggelar lelang pita frekuensi radio 2300 MHz (2,3 GHz) pada tahun 2020 ini. Frekuensi 2300 MHz sudah diperkenalkan di Indonesia sejak pada 2009. Frekuensi Broadband Wireless Acces (BWA) ini memiliki 15 zona di Indonesia. Saat ini semua operator BWA, kecuali PT Berca Hardaya Perkasa, telah menyerahkan lisensi frekuensinya kepada pemerintah, diantara alasannya adalah seperti tidak melakukan pembangunan jaringan hingga tidak sanggup membayar BHP.

Namun PT Berca tetap memilih untuk menetap dengan patuh membayar BHP frekuensi. Berca menetap di Zona 1, Zona 2, Zona 3, Zona 8, Zona 11, Zona13, Zona 14 dan Zona 15. Kemudian 7 zona sisa inilah yang rencananya akan dilelang oleh Kemenkominfo. Pelelangan secara zona ini memunculkan asumsi tentang peluang lahirnya 5G di Tanah Air dengan skema regional. Sebab, PT Telekomunikasi Selular dan PT Smartfren Telecom telah memiliki lebar pita sebesar 30 MHz di pita frekuensi radio 2300 MHz. Dengan tambahan 30 MHz lagi, maka peluang keduanya untuk menggelar 5G terbuka luas, meskipun dalam konteks regional karena delapan wilayah zona lainnya masih dikuasai oleh PT Berca.

Memang idealnya 5G itu bandwidthnya 100 MHz, namun kalau di 2,3 GHz ini masing – masing operator akan mendapatkan 60 MHz. Pertanyaannya, apakah Telkomsel,   Smartfren mau jualan 5G dengan bandwidth 60 MHz ?

Hingga saat ini Telkomsel telah memanfaatkan lebar pita sebesar 82,5 MHz yang tersebar di spektrum frekuensi, 850 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz, dan 2300 MHz. Telkomsel sangat berminat untuk berpartisipasi dalam lelang pita frekuensi 2,3 GHz yang rencananya akan segera digelar oleh Kemenkominfo RI. Hal ini karena Telkomsel ingin memastikan pemenuhan kualitas pengalaman pelanggan dalam menjalankan aktivitas digitalnya.

PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) juga mengatakan bahwa kantornya telah menerima surat edaran lelang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai kepememinatan keterlibatan ikut lelang frekuensi 2,3 GHz. Tri menyatakan siap ikut serta dalam lelang tersebut, Tri mengungkapkan bahwa saat ini spektrum frekuensi yang dikantongi oleh Tri masih sangat kecil. Tri hanya memanfaatkan spektrum frekuensi sebesar 10 MHz di lebar pita 1800 MHz dan 15 MHz di lebar pita 2100 MHz.

Sementara itu, PT Smartfren Telecom (FREN) mengatakan bahwa perseroannya juga tertarik mengikuti lelang pita frekuensi radio 2300 MHz, sebagaimana yang dilakukan oleh operator seluler lain. Smartfren saat ini memanfaatkan lebar pita sebesar 30 MHz di lebar pita frekuensi 2300 MHz.

Sementara itu, Indosat Ooredo juga mengatakan ketertarikannya, Indosat Ooredoo menyatakan bahwa kebutuhan akan frekuensi tambahan untuk memberi pengalaman yang nyata kepada pelanggan tidak terelakkan, seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan dan perkembangan aplikasi yang membutuhkan lebar pita (bandwidth) besar. Indosat, akan mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah untuk dapat mengikuti lelang tersebut.

Lelang frekuensi 2300 MHz akan berpeluang menambah frekuensi operator seluler berkisar 10 MHz hingga 30 MHz. Skema lelang nantinya akan terbagi dalam dua zona, yaitu zona kawasan yang dikuasai PT PT Berca Hardaya Perkasa yaitu sebanyak delapan wilayah dan daerah yang tidak terdapat Berca yaitu tujuh wilayah. Untuk di daerah yang terdapat Berca, jumlah frekuensi yang dilelang berkisar 10-15 MHz, adapun untuk daerah non-Berca yaitu lebar pita yang dilelang yaitu 30 MHz.

Dengan mengantongi lebar pita sebesar 40 MHz – 45 MHz, kecepatan transmisi data atau bit rate yang dihasilkan maksimal dapat mencapai 560 Mbps - 800 Mbps, adapun untuk layanan 5G, normalnya memiliki bit rate sebesar 1 Gbps. Dalam lelang nanti, prospek paling besar ada di Telkomsel dan Smartfren, sebab, total bandwith yang mereka kantongi di 2300 MHz akan bisa menjadi 40 MHz – 60 MHz. Telkomsel dan Smartfren dapat memperbesar kapasitas, tinggal menunggu reframing frekuensi untuk geser - gesernya.

Khusus di 2300 MHz, Telkomsel telah memanfaatkan lebar pita sebesar 30 MHz. Dengan rencana ada tambahan 10 hingga 30 MHz dari jumlah frekuensi delapan zona yang dilelang ini, akan membuka peluang bagi Telkomsel untuk menjadi operator pertama yang memiliki layanan 5G, dengan total pita lebar yang mereka miliki.

Sementara itu, jika operator lain memenangkan lelang maka total frekuensi yang akan mereka kantongi di 2300 MHz sekitar 10 MHz – 30 MHz, dengan jumlah tersebut cukup untuk memperkuat jaringan 4G.

Kini sudah banyak smartphone yang mendukung 5G di pita frekuensi radio 2300 MHz. Vendor pun juga dapat mengaktifkan teknologi 5G di seluruh gawai yang beredar di Indonesia selama ada permintaan dari pemerintah dan kebutuhan di pasar.

Tetapi kembali lagi, selama pemerintah belum mengeluarkan regulasi yang jelas tentang 5G, maka kembali bahwa pengalokasian frekuensi 2,3 GHz untuk 5G masih sekedar wacana atau predisksi saja.

Ditulis oleh : Andrian S