Trend Teknologi 5G Dapat Mengganggu Bisnis Perbankan

 Lanskap teknologi kini dalam perubahan yang sangat cepat, diinisiasi oleh peluncuran jaringan 5G secara global, yang kemudian berdampak pada setiap komponen industri perbankan. 5G akan membuka pintu untuk penggunaan dan kolaborasi lintas industri yang mungkin sebelumnya hanya mimpi di masa lalu. Kasus penggunaan dan kolaborasi baru ini akan mengubah model bisnis, menyediakan platform untuk inovasi, dan menciptakan peluang untuk monetisasi.

Tidak pernah ada waktu yang lebih menyenangkan dalam industri perbankan. Seiring kemajuan teknologi yang terus berlanjut tanpa henti, hal itu memberi peluang untuk dapat berkembang jauh melampaui layanan keuangan tradisional. Lebih dari sekadar memperluas layanan yang ditawarkan, lembaga keuangan akan dapat memproses data dan terlibat dengan konsumen lebih cepat dari sebelumnya, karena peluncuran jaringan 5G kini sudah menjadi kenyataan.

Trend Teknologi 5G Dapat Mengganggu Bisnis Perbankan


Jaringan supercepat 5G ini akan memberikan kesempatan untuk secara instan dan cerdas memenuhi setiap kebutuhan konsumen, kapan pun, di saluran mana pun. Untuk mencapai ini, dibutuhkan komputasi dan strategi penyimpanan baru, analitik yang lebih canggih, kemampuan keamanan siber yang ditingkatkan, dan perspektif baru tentang bagaimana layanan perbankan dapat diberikan.

Teknologi apa saja yang memiliki potensi terbesar mendukung revolusi industri ke-4? Jawabannya tidak ada yang pasti, namun tren teknologi 5G tentunya harus dicermati.

Konektivitas seluler generasi ke-5 akan memberikan kecepatan unduh dan unggah super cepat serta koneksi yang lebih stabil. Dampaknya berasal dari peningkatan yang mengejutkan sebesar 10X kecepatan koneksi 4G.

Jaringan data seluler 5G mulai digunakan pada tahun 2019, mereka berkembang secara signifikan dalam ketersediaan dan penggunaan pada tahun 2020 dan seterusnya. Tidak hanya akan lebih banyak wilayah geografis yang tercakup, tetapi perangkat baru dan paket data yang lebih terjangkau akan tersedia. Dengan kata lain, 5G akan mencapai skala masif pada 2021 atau setelahnya.

Lembaga keuangan, serta semua industri, perlu memahami implikasi bisnis dari memiliki akses internet super cepat dan stabil ini. Dampak awal terbesar adalah bahwa semua komponen di jagat Internet of Things (IoT) akan dapat terhubung satu sama lain, mentransfer lebih banyak data daripada sebelumnya.

Kecepatan yang lebih tinggi akan berpotensi meningkatkan pengalaman pelanggan dan infrastruktur bank. Misalnya, asisten virtual, yang dimungkinkan oleh kecepatan pemrosesan data yang meningkat, akan dapat memberikan rekomendasi yang lebih kontekstual secara real time. Juga dimungkinkan untuk meningkatkan keamanan komunikasi dengan biometrik yang lebih mutakhir.

Dan karena munculnya sistem nirkabel 5G berkecepatan lebih tinggi, perubahan teknologi ini datang lebih cepat daripada yang dipersiapkan oleh kebanyakan orang. Ini akan membutuhkan penyesuaian dalam budaya sebagian besar lembaga keuangan saat kita mendefinisikan ulang pekerjaan dan interaksi antara manusia dan mesin. Beberapa organisasi mungkin memilih untuk 'keluar dari badai'. Sayangnya, ketika badai mereda, banyak hal yang diingat di masa lalu akan berubah selamanya. Yang selamat adalah organisasi yang mengambil tindakan proaktif untuk merangkul perubahan, mengambil risiko, dan men-disrupt model bisnis yang ada.


Ditulis oleh : andrian sulistyono