Voice call 5G support handover ke 2G/3G

 Pada 3GPP Release 15, kenario antar kerja baru hanya mencakup interoperabilitas dengan 4G LTE dengan EPC, dan juga akses WiFi. Seperti halnya EPC, 5GC baru hanya mendukung layanan PS (Packet Switch), menjadikan suara berbasis IMS (sering disebut Vo5G) sebagai satu-satunya opsi untuk layanan suara.

Ketika Peralatan Pengguna (UE) bergerak di luar jangkauan 5G, panggilan IMS yang sedang berlangsung hanya dapat diserahkan ke sel 4G LTE, menggunakan prosedur handover PS, dan akan dilanjutkan sebagai panggilan IMS melalui domain PS. Dari 4G inilah kemudian SRVCC menuju 2G atau 3G tersedia, tetapi UE akan menghadapi masalah ketika sinyal 5G semakin buruk dan tidak ada sel 4G LTE maka tidak akan bisa SRVCC ke 2G/3G.

Sedangkan pada rilis 16 TR 23.756 ditambahkan opsi baru untuk menghindari drop call dengan beberapa skenario. SRVCC mendukung handover dari Jaringan Akses Radio 5G Next Generation (NG-RAN) ke Jaringan Akses Radio 3G (UTRAN).

Untuk menghindari penambahan interface dan protokol baru, prosedur ini merupakan kombinasi dari dua yang sudah ada: ada handover PS dari 5G ke 4G (hanya pada core network), bersamaan dengan PS-to-CS SRVCC menuju MSC.

Elemen yang berada di antara 5G dan 3G adalah MME_SRVCC (ada feature MME Mendukung 5G-SRVCC).

Voice call 5G support handover ke 2G/3G


Sehingga perlu dukungan handover dari NG-RAN ke E-UTRAN (mis. 4G RAN) dan juga SRVCC dari E-UTRAN ke UTRAN. Bagian kedua dari prosedur dijalankan tanpa penyerahan PS ke 3G yang berarti bahwa, setelah SRVCC 5G ke UTRAN, semua sesi PDU UE putus dan perlu dibangun kembali.

Opsi SRVCC baru ini dapat mencegah beberapa penurunan panggilan, khususnya dalam penyebaran 5G SA (Stand Alone), di mana Base Station 5G (gNB) tidak terhubung langsung dengan Base Station 4G (eNB). Proses pembahasan Release 16 masih sedang berlangsung, mengalami delay pembahasan karena wabah pandemi covid-19.