Lelang C-Band Penyebab Perang 5G

 AT&T telah resmi bergabung dengan Verizon untuk ‘menghadang’ T-Mobile agar tidak mendapatkan tambahan spektrum 5G. Kedua operator tersebut sekarang mendesak badan regulasi telekomunikasi AS, FCC untuk melihat dengan seksama berapa banyak spektrum low band dan mid band yang dimiliki T-Mobile, dan meminta FCC untuk mengambil tindakan terhadap operator yang mendapatkan terlalu banyak spectrum 5G.

Image By 5G Americas

AT&T dan Verizon berpendapat bahwa kesepakatan penyewaan spektrum terbaru untuk T-Mobile akan mendorong monopoli kepemilikan spektrum secara keseluruhan. Hal ini sejalan dengan aturan yang menyatakan FCC dapat bergerak melakukan penyelidikan untuk operator yang membeli lebih dari sepertiga jumlah total spektrum yang tersedia di pasar. Aturan inilah yang digunakan AT&T dan Verizon untuk menopang kekhawatiran mereka terhadap T-Mobile. 

Yang dikhawatirkan oleh AT&T dan Verizon adalah bahwa T-Mobile akan mendatangkan malapetaka dalam lelang spektrum C-band yang akan dating. Inilah yang kemudian memaksa AT&T dan Verizon menghabiskan miliaran dolar uang ekstra untuk memastikan hanya mereka yang mendapatkan spektrum mid band untuk 5G dan tidak untuk T-Mobile.

Secara khusus, AT&T mengatakan bahwa kesepakatan spektrum terbaru T-Mobile akan menyebabkannya melampaui jatah spektrum 250MHz dari FCC sebesar 112MHz. Keluhan AT&T ini datang beberapa minggu setelah Verizon mengajukan keberatan yang sama kepada FCC. Konsentrasi spektrum yang dominan di tangan satu operator dapat menimbulkan kekhawatiran persaingan yang tidak sehat dan dapat mengancam kesehatan dan daya saing pasar nirkabel.


AT&T dan Verizon mempertanyakan permintaan T-Mobile untuk menyewa selama tiga tahun lisensi 600MHz dari Columbia Capital. T-Mobile awalnya mencoba membuka akses dengan lisensi Columbia pada hari-hari awal pandemi sebagai cara untuk mengatasi lonjakan lalu lintas Internet COVID-19. Namun, sekarang, T-Mobile menginginkan menambah waktu sewa sampai tiga tahun untuk memakai lisensi tersebut. Dari situlah AT&T dan Verizon kemudian menyiapkan garis pertempuran awal mereka dengan T-Mobile.

Saling Bertempur Memperebutkan C-Band

Yang sebenarnya terjadi di sini adalah bahwa AT&T dan Verizon khawatir kalua T-Mobile akan mendominasi lelang C-Band untuk 5G mendatang. Mereka berdua bekerjasama untuk mempermasalahkan perjanjian leasing T-Mobile dengan Columbia, mereka berdua juga berupaya agar FCC melakukan sesuatu untuk mencegah T-Mobile membeli semua spektrum C-band, atau memberi penawaran tinggi sehingga AT&T dan Verizon harus mengeluarkan miliaran dolar tambahan uang untuk benar-benar mendapatkan lisensi dalam pelelangan frekeunsi 5G.

Eksekutif T-Mobile sangat menyadari kekhawatiran AT&T dan Verizon ini. Eksekutif T-Mobile justru berpendapat bahwa AT&T dan Verizon lah yang akan benar-benar saling membunuh satu sama lain karena C-band. T-Mobile berpikir bahwa Verizon dan AT&T akan menghabiskan puluhan miliar dolar, karena mereka berdua terjebak. Mereka berdua terjebak dan mereka tertinggal jauh, kini mereka tidak tahan. Sehingga mereka berdua harus melakukan hal-hal yang mungkin akan menjadi tidak ekonomis.

Sebelumnya T-Mobile mengakuisisi Sprint, dan sekarang T-Mobile sudah memiliki cakupan 5G yang cukup luas di AS. Banyak pandangan tertuju pada T-Mobile di AS, karena capaian yang luar biasa baru-baru ini yang naik menjadi penyedia layanan nirkabel terbesar kedua di AS dalam layanan 5G yang sangat kompetitif.

Image By Verizon


Duopoli Verizon dan AT & T untuk industri nirkabel AS awalnya tampak tidak mungkin tersaingi untuk waktu yang lama, tetapi kemudian dengan muncunya merger penyedia jaringan seluler terbesar ketiga dan keempat di AS, T-Mobile berhasil menggeser posisi salah satu dari mereka. Hanya butuh waktu kurang lebih empat bulan setelah T-Mobile mengakuisisi Sprint ke dalam jaringan T-Mobile.

Terlepas dari kendala besar yang dihadapi sebagai akibat dari pembatasan dan penguncian terkait COVID, T-Mobile memulai proses integrasi jaringan itu dengan sangat baik pada bulan April 2020, dengan cepat meningkatkan upayanya untuk memiliki "ribuan site" yang aktif dan berjalan pada akhirnya. T-Mobile saat ini berjalan dengan kombinasi kecepatan 5G pada pita rendah (low band) dan pita menengah (mid band).

Jumlah kota yang saat ini dicakup oleh sinyal T-Mobile 5G mid band masih di bawah 100, masih diperlukan waktu untuk mewujudkannya menjadi "ribuan site" dalam beberapa bulan. T-Mobile mengatakan bahwa saat ini sedang meningkatkan rata-rata sekitar 700 situs per minggu untuk mendukung spektrum mid-band. 40 dari "area metro utama di seluruh AS" sudah termasuk dalam daftar "ribuan" tempat di mana mid-band 5G T-Mobile akan tersedia tahun 2020 ini. Sehingga tidak mengherankan jika T-Mobile melihat dirinya semakin "jauh di depan" dari saingan utamanya di arena 5G, AT&T dan Verizon.

Peta Kekuatan Layanan Operator 5G AS


Image By Opensignal

Operator Verizon mempunyai 5G Download Speed yang paling cepat di AS dibanding operator lain, dengan kecepatan rata-rata 494,7 Mbps. Kecepatan Verizon ini hampir sepuluh kali lebih cepat dari kecepatan 5G di AT&T, dan T-Mobile.

Pengguna AT&T dan Verizon melihat kecepatan upload masing-masing adalah 42,6 Mbps dan 41,0 Mbps. Kedua operator ini telah bersama-sama memenangkan pengalaman kecepatan upload pengguna 5G.

Sementara T-Mobile memenangkan dalam hal ketersediaan (availability) 5G, karena pengguna 5G-nya menghabiskan 22,5% waktunya untuk terhubung ke 5G. AT&T dan Verizon tertinggal dengan skor 10,3% dan 0,4% dari waktu terhubungnya karena jangkauan geografis yang terbatas karena penggunaan mmWave 5G yang saat ini diandalkan Verizon sebagai tahap awal penyebaran 5G.

Sprint (operator CDMA AS) kecepatan 5G rata-ratanya mencapai 114,2 Mbps, namun kini Sprint sudah tidak beroperasi lagi karena sudah diakuisisi oleh T-Mobile.

AT&T dan T-Mobile memulai operasi layanan 5G dengan menggunakan spektrum low-band 850MHz atau 600MHz, sementara Verizon menggunakan high band mmwave dan 2,5 GHz bekas Sprint untuk menginisiasi layanan 5G nya. Federal Communications Commission (FCC) kini sedang mempersiapkan spektrum mid-band 3,5 GHz (C-Band).

Ditulis oleh : Andiran S