Trend PR Telekomunikasi 5G di Media

 Perusahaan telekomunikasi mulai memanfaatkan berita 5G saat ini dalam proses memposisikan diri mereka sebagai pemain top di bidang yang baru. Prioritas PR mereka membuat citra sebuah perusahaan yang merupakan penggerak pertama, inovator penting, kesiapan transformasi digital IoT. Para PR mereka tentu sudah merancang strategi komunikasi yang berbasis data, memanfaatkan alat analitik data, menemukan topik utama dari percakapan 5G dan perusahaan mana yang sedang menjadi sorotan.

Kini media penuh dengan kata-kata terkait teknologi 5G dengan makna yang masih belum clear, yang dilontarkan oleh para jurnalis dan pakar dalam setiap konteks pemberitaan. Istilah 5G mulai sering dijumpai dalam berita dan fitur yang mencakup tidak hanya perkembangan teknologi tetapi juga politik, bisnis, kesehatan, hiburan, dan sebagainya. Ini karena, 5G ini mengubah setiap aspek kehidupan kita.

Arti dari kata kunci teknologi 5G ini telah menjadi lebih konkret, ketika media mulai membahasnya, media melukis gambar-gambar futuristik yang menambah kegembiraan pembaca. Sekarang percakapan menjadi lebih seimbang karena kita sudah mulai banyak menyaksikan apa artinya 5G, teknologi yang disebut revolusioner.

5G banyak diluncurkan di seluruh dunia pada tahun 2020 ini, 5G dipuji sebagai standar baru telekomunikasi nirkabel yang akan membawa manfaat ekonomi jangka panjang bagi konsumen dan bisnis. Ambisinya adalah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar peningkatan 4G atau interface protokol nirkabel baru yang menawarkan kapasitas lebih dan kinerja yang lebih baik, dan akan dapat mengaktifkan koneksi antara semua jenis perangkat dan memungkinkan IoT (Internet of Things).

Jadi ini adalah sesuatu yang lebih dari sekadar menghubungkan orang dengan orang lain melalui smartphone mereka. 5G juga akan menghubungkan banyak hal dengan hal lain, sehingga nilai ekonomi tidak akan dibatasi oleh jumlah konsumen dan daya beli mereka. Sebuah laporan dari MarketsandMarkets menyimpulkan bahwa pasar infrastruktur 5G akan bernilai $ 2,86 miliar pada tahun 2020 dan $ 33,72 miliar pada tahun 2026, tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 50,9%. Faktor yang berkontribusi disini adalah peningkatan permintaan untuk layanan data seluler, komunikasi mesin-ke-mesin, dan peningkatan kebutuhan akan kecepatan dan jangkauan yang lebih baik.

Negara-negara yang dengan cepat mengadopsi 5G diharapkan dapat menikmati keunggulan kompetitif yang cukup besar, negara yang pertama kali memperkenalkan teknologi nirkabel dari generasi sebelumnya akan menuai hasil dari keuntungan makroekonomi, dengan potensi 5G jauh lebih besar. Diperkirakan kawasan Asia Pasifik (APAC) akan tumbuh paling cepat, sedangkan Amerika Utara akan memegang pangsa pasar terbesar. China yang merupakan pemegang pasar seluler terbesar di dunia, akan memimpin perlombaan pada tahap awal 5G, hampir tidak ada artikel tentang 5G yang tidak menyebutkan potensi pasar China.

Dalam sebuah laporan, Deloitte menegaskan bahwa 5G adalah bahan bakar elektronik untuk pertumbuhan ekonomi karena apa yang disebut ‘efek jaringan’ akan berdampak positif dalam bidang ekonomi. Deloitte memperkirakan bahwa 5G akan memperkuat efek ini dengan menghadirkan internet ke hampir semua jenis perangkat.

Efek jaringan data yang ditimbulakn 5G ini, didefinisikan oleh para Economist sebagai berikut: "penggunaan data untuk menarik lebih banyak pengguna, akan menghasilkan lebih banyak data, yang kemudian membantu meningkatkan layanan dan mampu menarik lebih banyak kegunaan.” Nilai 5G akan berada dalam jumlah data yang sangat besar sebagai akibat dari hyperkonektivitas antara manusia dan benda.

Pondasi Dasar untuk Membangun Citra

Perusahaan yang ingin memanfaatkan 5G saat ini sedang dalam proses memposisikan diri mereka sebagai pemain top di bidang baru. Dalam studi global terhadap 10 industri dan 900 organisasi yang mempunyai lebih dari 1000 karyawan, Ericsson menemukan bahwa 5G adalah fokus bisnis yang jelas, dengan banyak persaingan untuk menjadi yang pertama. Menurut 73% responden dalam survei tersebut, tujuan strategis terpenting untuk 5G adalah memiliki keunggulan sebagai penggerak yang pertama. Waktu adalah faktor vital, 70% dari responden berusaha untuk meluncurkan layanan komersial 5G yang pertama mereka pada 2021, sementara lebih dari 50% ingin lebih cepat lagi yakni 2019 atau 2020. Keunggulan sebagai penggerak pertama yang kemudian diikuti oleh yang lain, ini perusahaan akan dipandang sebagai inovator penting, dan kesiapan transformasi digital IoT.

Ini berarti bahwa perusahaan harus sangat cepat dalam upayanya untuk menempatkan diri mereka di garis depan dalam inovasi 5G ini. Jika mereka ingin dilihat sebagai penggerak pertama, inovator penting, dan kesiapan transformasi digital IoT. Perusahaan harus membuat inisiatif riset PR dan pengembangan PR mereka dengan kampanye komunikasi yang efektif yang akan menyoroti bahwa mereka sudah berada di barisan depan pada revolusi teknologi 5G. 

Dari beberapa alat analitik data, diketahui bahwa topik utama cakupan 5G adalah tuntutan untuk pengalaman internet seluler yang meningkat, bandwidth yang lebih lebar, speed yang lebih cepat, layanan canggih, dan adopsi Internet of Things (IoT) yang dipercepat. Diskusi tentang potensi penggunaan 5G menjadikan 'aplikasi ' sebagai topik utama, dan yang paling banyak dibahas berkaitan dengan aplikasi 5G adalah Internet of Things (IoT). Namun, artikel tentang topik ini masih terlihat lebih umum dan bersifat hipotesis, belum terlalu sering menyebutkan merek tertentu.


Image By andrian S


Diskusi 5G berkisar pada industri tertentu, terutama otomotif, energi, perawatan kesehatan, ritel, konsumen elektronik, keamanan dan pengawasan publik. Dalam pemberitaan 5G, China dipandang sebagai kontestan terdepan dalam perlombaan 5G, terdapat inisiatif nasional yang menggerakan kerja sama antara operator dan industri tenaga listrik. Huawei, China Telecom dan China State Grid menjadi sorotan dengan laporan berjudul 5G Network Slicing Enabling Smart Grid, sebuah skenario aplikasi potensial dari network slicing 5G pada smart grid.

Sementara operator mengambil pendekatan berbeda untuk 5G, sejumlah artikel fokus pada mengidentifikasi tren industri umum. Misalnya, operator seluler menguji dan menggunakan spektrum pita dari 400 MHz (low band), 3,5 GHz (mid-band) hingga 80 GHz (high band) untuk 5G, dan sebagian besar operator tertarik pada pita mid band 3,5 GHz, diikuti oleh 26 GHz dan 28 GHz, dan pita-pita frekuensi inilah yang pertama banyak dilelang. Seperti yang dikatakan oleh McKinsey, “Spektrum baru akan memberi operator bandwidth yang lebih lebar dan konsekuensi peningkatan kapasitas yang lebih besar. Uni Eropa merilis bandwidth 400 MHz pada frekuensi mid band 3,5 GHz, operator yang tidak melakukan akuisisi dan terus mengandalkan band lama akan mengalami masalah kapasitas.”

Meskipun sebagian besar artikel 5G tentang aplikasi dan tren industri umum, volume liputan tentang peluncuran produk 5G atau layanan 5G akan segera meningkat seiring waktu berjalan. Untuk saat ini, laporan peluncuran 5G difokuskan pada rencana operator - operator tertentu. Laporan tentang penelitian dan pengembangan 5G masih berkonsentrasi pada bagaimana perusahaan tertentu mendekati 5G. Beberapa perusahaan telekomunikasi dan vendor membuka pusat inovasi 5G di wilayah – wilayah mereka untuk menguji teknologi generasi mendatang, guna mendukung penyebaran komersial awal layanan 5G. Sektor telekomunikasi di banyak negara berupaya keras untuk meluncurkan layanan komersial 5G. Huawei menonjol dalam liputan tentang topik penelitian dan pengebangan 5G ini, Financial Times melaporkan bahwa anggaran penelitian dan pengembangan Huawei pernah dikabarkan mencapai $ 14 miliar, hal inilah yang juga memicu kekhawatiran pemerintahan AS bahwa perusahaan China akan mempelopori penetapan standar dalam teknologi 5G. Huawei telah menandatangani nota kesepahaman untuk peralatan 5G dengan banyak operator di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

Berita tentang merger dan akuisisi 5G didominasi oleh kemitraan antara T-Mobile dan Sprint. T-Mobile merupakan brand anak perusahaan komunikasi seluler dari perusahaan telekomunikasi Jerman Deutsche Telekom, sementara perusahaan telekomunikasi Amerika Sprint, yang sebelumnya dijalankan oleh konglomerat Jepang SoftBank. Banyak pegamat yang melihat ini sebagai upaya untuk menantang operator seluler Amerika Serikat (AS) yang lain, yakni AT&T dan Verizon.

Terkait masalah regulasi 5G, sebagian besar artikel berfokus pada Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa. Menurut banyak pihak, undang-undang ini juga akan berdampak pada AS, di mana skandal privasi data pengguna yang melibatkan raksasa seperti Facebook telah menjadi berita yang viral. Setelah 5G, perusahaan telekomunikasi harus memperbarui kebijakan dan prosedur privasi data pelanggan mereka. Sementara topik sebelumnya yang dibahas di berbagai outlet berita, artikel tentang regulasi terutama dalam publikasi telekomunikasi khusus. Tracy Currie, CEO perusahaan pemasaran Capto, menulis bahwa, “Brand TME [Telecommunication, Media, Entertainment] harus melihat aturan perlindungan data UE sebagai peluang dan alasan untuk menempatkan lebih banyak struktur seputar pengumpulan, pengelolaan, dan penggunaan data pelanggan secara efektif dan aman. UU perlindungan data harus berfungsi sebagai prekursor 5G bagi pemasar untuk membersihkan data pelanggan lama, termasuk informasi sensitif apa pun yang disimpan tanpa alasan.”

Tidak sedikit artikel 5G membahas tentang 5G sebagai bagian dari geostrategis dalam konteks perang dagang antara AS dan China. 

Brand yang banyak ditemuakan dan paling menonjol dalam cakupan 5G, Huawei sering kali menjadi pusat cakupan, tetapi Ericsson memiliki sedikit keuntungan dalam hal jumlah penyebutan. Huawei juga disebutkan karena mengungkap apa yang diklaimnya sebagai chipset komersial 5G pertama di dunia yang memenuhi standar jaringan nirkabel 5G. Bersamaan dengan Hong Kong Telecom dan Asosiasi Pemasok Seluler Global, Huawei juga telah mengeluarkan ‘kertas putih’ tentang kompleksitas penyebaran jaringan 5G indoor. Namun, ada juga beberapa cakupan negatif untuk Huawei, dimana banyak operator seluler negara Eropa melarang menggunakan perangkat jaringan 5G milik Huawei karena alasan keamanan. Padahal Juru bicara Huawei mengatakan kepada media bahwa, "Keamanan siber selalu menjadi prioritas utama kami dan kami memiliki rekam jejak yang terbukti dalam menyediakan produk dan solusi yang aman untuk pelanggan kami di Eropa dan di seluruh dunia."


Image By andrian S


CFO AT&T, John Stephens mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan pendapatan 5G yang signifikan dalam waktu dekat. Dia menambahkan bahwa perangkat 5G juga akan lamban untuk dijual karena hanya 5% pelanggan AT&T baru membeli telepon baru setiap kuartal. Temuan dari laporan terbaru dari NPD Connected Intelligence, yang menunjukkan bahwa rata-rata siklus peningkatan smart phone di AS adalah 32 bulan. AT&T memilih fokus pendekatan awal di beberapa kotaberbeda dengan ambisi T-Mobile untuk menghadirkan konektivitas 5G di seluruh AS, bahkan di daerah pedesaan. T-Mobile membedakan dirinya dari penyedia nirkabel besar lainnya dengan mengklaim bahwa hanya T-Mobile yang akan memiliki cakupan 5G seluler nasional berdasarkan standar 3GPP. Verizon juga menerima banyak perhatian karena melakukan kolaborasi 5G besar pertama secara komersial dalam kemitraan dengan Motorola, Samsung dan Qualcomm. Ini selangkah lebih dekat untuk mendapatkan peningkatan kecepatan dan konektivitas 5G yang akan memengaruhi semua aspek kehidupan kita sehari-hari, 5G akan menjadi lompatan transformasional dalam nirkabel. Samsung, produsen elektronik terbesar dunia dalam hal pendapatan, sering disebut-sebut terkait kemitraan dengan Verizon.

Perusahaan elektronik besar lainnya, Nokia mendapatkan keunggulan dalam cakupan karena kemitraannya dengan T-Mobile, yang mengumumkan bahwa mereka telah mencapai transmisi data 5G pertama menggunakan spektrum pita rendah. Nokia telah menandatangani kesepakatan € 2 miliar dengan China Mobile, China Telecom, dan China Unicom untuk mengirimkan radio, peralatan jaringan akses, perangkat IP, peralatan transmisi optik, dan perangkat lunak layanan jaringan.

Selain kemitraannya dengan Verizon, perusahaan peralatan Qualcomm menjadi berita karena memasok perangkat ke perusahaan telekomunikasi terbesar Australia Telstra dengan chipset 5G komersial untuk mendukung Telstra mencapai koneksi 5G langsung pertama di Australia. 

China Mobile memperkenalkan ponsel 5G pertamanya pada tahun 2019, China Mobile berusaha keras meningkatkan citra kepemimpinan 5Gnya melalui kampanye pemasaran 5G berskala besar, yang mencakup peluncuran logo baru dengan 5G sebagai bagian yang dianggap penting.

5G juga adalah kesempatan bagi ZTE China untuk memamerkan rangkaian produk dan solusinya, dalam tujuan jangka panjangnya ZTe ingin meningkatkan pangsa pasar peralatannya secara keseluruhan menjadi sekitar seperempat, dari sekitar sepersepuluh saat ini.

Dengan munculnya 5G, sektor telekomunikasi diatur untuk menjadi lebih kompetitif, dan laju perkembangan teknologi yang pesat telah berubah menjadi perlombaan inovasi. Karena keuntungan sebagai penggerak pertama adalah akan dapat menentukan, sehingga untuk eksekusi cepat kampanye PR bisa lebih maksimal. Brand harus cepat memantapkan diri sebagai pemimpin masa depan dengan menunjukkan kehebatan teknologi mereka sambil membangkitkan semangat untuk era konektivitas baru.

Karena sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk dilihat sebagai penggerak pertama, sebagai inovator, siap untuk transformasi digital Internet of Things (IoT), mereka harus disebutkan lebih sering dalam konteks masalah tersebut. Mereka harus secara khusus meningkatkan upayanya untuk menjadi pemimpin dalam pemberitaan seputar Internet of Things. Perusahaan telekomunikasi perlu memposisikan diri di tengah percakapan tentang IoT ini. Jika nilai suatu layanan meningkat dengan lebih banyak data, sehingga menciptakan efek jaringan data yang kita bahas di atas, maka nilai strategi komunikasi pasti akan meningkat dengan pendekatan berbasis data. Pendekatan semacam itu paling baik dikembangkan melalui pengukuran media tingkat tinggi kuantitatif dengan analisis kualitatif mendalam.



Ditulis oleh : Andrian S