Update Saham Perusahaan Jepang Pengembang Teknologi 5G

 Melihat Saham – Saham Perusahaan Jepang yang Terkait Pengembangan Teknologi 5G dan 6G


Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang belum lama ini mengumumkan perusahaan - perusahaan yang telah mengadopsi "Proyek Penelitian dan Pengembangan Infrastruktur Sistem Informasi dan Komunikasi Pasca 5G" dan mendukung pabrikan dalam negeri Jepang.


Pemerintah Jepang pun sebelumnya telah menginvestasikan 70 miliar yen untuk membantu perusahaan – perusahaan yang mengembangakan 5G dan 6G dengan dukugan produk local dalam negeri tersebut. Dana tersebut datang dari New Energy and Industrial Technology Development Organization.


Baca Juga:


Trend memilih vendor 5G dari dalam negeri sendiri (untuk negara yang mempunyai vendor telekomunikasi) memang menjadi pilihan. Ambil contoh Rakuten di Jepang, operator seluler

4G/5G Jepang terbaru itu menggunakan end-2-end cloud (open RAN, vEPC, MEC, dll) dalam jaringannya, dengan menunjuk NEC sebagai vendor terbesarnya, vendor dari negaranya sendiri yaitu Jepang.


Coba kita lihat negara – negara lain, China Mobile, China Telecom dan China Unicom menggunakan vendor negaranya Huawei dan ZTE dengan porsi persentase besar untuk pengembangan / pembangunan jaringan 5G negaranya. Korea Selatan juga begitu dengan vendor negaranya, yaitu Samsung diberi porsi besar untuk pembangunan jaringan 5G negaranya. Eropa, seperti Swedia, Finland tentu juga mereka memberikan tender porsi besar kepada vendor yang berasal dari negaranya, yaitu Ericsson dan Nokia, dan ini sah - sah saja. Tetangga kita, Vietnam, memilih perangkat 5G buatan negaranya sendiri yaitu Vietel untuk menggarap roll out jaringan 5G di Vietnam.


Menteri Urusan Umum Jepang, Takeda telah mengumumkan bahwa ia akan membentuk konsorsium industri – pemerintah - akademisi dalam waktu 20 tahun untuk 6G dan akan memusatkan investasi dalam penelitian selama lima tahun ke depan. Tentu kebijakan ini akan berimbas pada investasi saham – saham perusahaan pendukung teknologi 6G.


  1. Teknologi cloud

  • 6701 Nippon Electric
  • 6702 Fujitsu

    2. Sistem transmisi optik tingkat lanjut

  • 6701 Nippon Electric
  • 6702 Fujitsu
  • 4755 Rakuten (Rakuten Electronics)
  • 9432 NTT (NTT Electronics) 

    3. Kinerja Base Station

  • 6702 Fujitsu
  • 4755 Rakuten (Rakuten Electronics)
  • 6701 Jepang

    4. Pengembangan teknologi memori listrik / non-volatile kecepatan tinggi

  • 6758 Sony (Sony Semiconductor Solutions)

    5. Pengembangan perangkat frekuensi tinggi

  • 5802 Sumitomo Electric Industry Co., Ltd.


Baca juga:


Adalah Jepang yang mampu menempatkan posisi yang baik dalam perselisihan US dan China. Tokyo mampu menyeimbangkan hubungan ekonomi yang semakin kuat dengan Beijing dan juga menjaga ketergantungan strategisnya dengan Washington.


Operator besar Jepang Nippon Telegraph & Telephone (NTT) mengumumkan hubungan dengan perusahaan elektronik NEC untuk meluncurkan aliansi “Made in Japan” dalam teknologi 5G. Perusahaan-perusahaan Jepang telah tertinggal jauh dari raksasa telekomunikasi Cina, Huawei, dan juga Ericsson dari Swedia terkait pangsa pasar jaringan 5G.



Image Credit Andiran S

Image Credit Andiran S


Di saat hubungan AS-China mungkin menjadi sangat sulit, Jepang mengambil peluang untuk membuat produk dan sistem yang kompetitif secara global dari dalam negeri Jepang. NTT dan NEC akan menciptakan sistem mitra dengan negara dan pemain yang dapat diandalkan. Kebijakan ini masih inline dengan tren keamanan ekonomi.


Image Credit Andiran S

Image Credit Andiran S



NTT akan mengakuisisi sekitar 5 persen saham NEC senilai 560 juta dolar. Dana 5G yang besar itu muternya tidak kemana - mana, tetapi ya di sekitar situ saja. NTT bisa maju dengan support perangkat 5G dari NEC, dan NEC juga bisa maju dengan banyak project (PO) 5G dari NTT.


Perusahaan China seperti Huawei secara efektif telah dilarang oleh pemerintah Jepang untuk ikut merealisasikan jaringan 5G di sana. Dengan stimulus keringanan pajak 15% untuk perusahaan local yang dapat mengembangkan teknologi 5G, akan memungkinkan NEC, Fujitsu dan pembuat peralatan telekomunikasi Jepang lainnya untuk membangun kembali kemampuan mereka untuk berinvestasi dalam pengembangan teknologi baru. Padahal produk 5G Huawei di pasaran lebih murah 30-40% dari teknologi Jepang, dan juga produk Ericsson dan Nokia 10-20% lebih murah dari produk 5G Jepang, tetapi mengapa operator Jepang mengalokasikan belanja anggaran yang lebih besar kepada perusahaan – perusahaan local dalam negerinya mereka, itulah mungkin nasionalisme dan kebanggaan terhadap slogan ‘cintailah produk – produk dalam negeri’.


Baca juga


Skema baru Jepang memungkinkan pengurangan pajak 15% untuk operator telepon seluler dan bisnis lain yang berinvestasi dalam infrastruktur 5G. Hal ini dilakukan untuk membantu perusahaan domestik bersaing dengan perusahaan - perusahaan China dalam mengembangkan jaringan komunikasi generasi kelima.


Kebijakan  baru  terhadap  perpajakan 5G menandai  dimulainya  era  baru  karena  teknologi informasi mencakup sudut pandang keamanan nasional. Pembuat undang-undang telah menyetujui untuk revisi pajak ini. Dengan revisi pajak ini, Jepang yakin dapat memimpin bersama negara - negara lain dalam pembangunan 5G. Perusahaan Jepang yang memenuhi syarat untuk insentif pajak mencakup operator telepon seluler, dan mereka yang menyiapkan jaringan 5G untuk smart factory dan smart farming yang menggunakan kecerdasan buatan di daerah pedesaan.


Ditulis Oleh : Andrian S