Skip to main content

OpenRAN diminati Operator Indonesia

 Kenapa Tiba – Tiba Banyak Operator Seluler di Indonesia Tertarik Menggunakan OpenRAN ?


Tidak sedikit yang mengatakan bahwa OpenRAN akan menjadi generasi selanjutnya dari jaringan akses radio. Jaringan akses radio kini terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan data. Infrastruktur jaringan telekomunikasi saat ini membutuhkan peningkatan yang signifikan untuk mengimbangi peningkatan permintaan jaringan. Operator mau tidak mau akan mengevaluasi teknologi jaringan akses radio (RAN) baru dari berbagai penyedia teknologi.


Image Credit TIP Summit 2018

Mari kita lihat hasil survey berikut ini, “Apa alasan operator seluler menggunakan OpenRAN di 4G mereka dan di jaringan 5G mereka?”


Credit Image By Senza Fili


Survei tersebut telah mengungkapkan bahwa perusahaan telekomunikasi terus memonitor perkembangan OpenRAN. Hasilnya adalah 68% responden operator seluler menyatakan bahwa mereka terbuka untuk mengeksplorasi OpenRAN untuk densifikasi (meningkatkan kapasitas jaringan dengan menanmbah jumlah sel); 47% menunjuk ke arah penyebaran greenfield di daerah perkotaan; 42% ingin mengganti pemasok mereka saat ini; sedangkan 5% untuk mencari cakupan di area pedesaan.


OpenRAN dapat Mengurangi Biaya Penyebaran Jaringan


Karena sebagian besar investasi jaringan diarahkan pada jaringan akses, perusahaan telekomunikasi sepertinya ingin memastikan ada cukup pemasok alternatif untuk mengimbangi keseimbangan ketegantungan yang saat ini terlihat terlalu condong ke arah beberapa vendor tertentu. OpenRAN memiliki potensi untuk mengurangi biaya penyebaran jaringan dan melindungi perusahaan telekomunikasi dari kenaikan harga.


Image taken by Andrian S


Telecom Infra Project (TIP) telah menciptakan project grup OpenRAN yang berfokus pada pengembangan hardware yang netral terhadap vendor dan teknologi software yang didasarkan pada interface terbuka dan standar yang dikembangkan masyarakat. Tidak seperti “RAN konvensional”, OpenRAN memisahkan hardware dan software, artinya hardware dan software bisa berasal dari vendor yang tidak sama. Ini akan memberi operator lebih banyak fleksibilitas saat mereka memperluas layanan dan meningkatkan arsitektur jaringan dalam berbagai skenario dan geografi penempatan.

Project Group OpenRAN  adalah Solusi RAN


Project Group OpenRAN merupakan sebuah inisiatif untuk mendefinisikan dan membangun solusi RAN 2G, 3G dan 4G berdasarkan pada vendor hardware dan teknologi yang ditentukan untuk keperluan umum. Tujuan utama project group ini  adalah pengembangan solusi RAN yang sepenuhnya dapat diprogram berdasarkan pada General Purpose Processing Platforms (GPPP) dan software sehingga mereka dapat memperoleh manfaat dari fleksibilitas dan laju inovasi yang lebih cepat yang mampu dikembangkan dengan berbasis software.

Image Taken By Andrian S



Untuk mencapai hal ini, project group memberlakukan ekosistem terbuka untuk solusi lengkap dan komponen solusi untuk mendapatkan keuntungan kemampuan GPPP yang baru, baik pada tingkat software dan juga mekanisme seperti field-programmable gate array (FPGA).

Project group ini melengkapi proyek – proyek yang ada dan berfokus pada disagregasi solusi RAN tervirtualisasi menjadi komponen yang berbeda dan dapat secara efisien digunakan pada platform GPP.

OpenRAN Menjadi Trend Besar pada Industri Telekomunikasi


OpenRAN akan menjadi tren besar berikutnya dalam infrastruktur telekomunikasi. Lihat saja Vodafone yang baru-baru ini menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di Inggris yang memulai uji coba OpenRAN. Sebelumnya OpenRAN juga sudah sukses dilakukan ujicoba di Afrika Selatan, Turki, Kongo dan juga Mozambik. Uji coba di Vodafone Inggris difokuskan pada 100 lebih lokasi pedesaan. Rencanya uji coba akan diperluas ke bagian lain Eropa. Belum lama, O2 juga bergabung dengan OpenRAN, Ini membuat OpenRAN semakin populer, dan  menunjukkan bahwa teknologi OpenRAN dapat melayani pelanggan dengan lebih baik di daerah-daerah yang sulit dijangkau dan padat penduduk. OpenRAN telah digunakan pada lingkungan dengan kepadatan tinggi di London dan Woldingham di Surrey, yang mempunyai trafik seluler tinggi seperti stadion dan pusat perbelanjaan.  Operator Rakuten juga akan segera menggunakan OpenRAN dalam jaringannya di Jepang dan bersama TPG Telcom di Singapura. Demikian pula, Etisalat di UEA baru-baru ini mengumumkan akan menggunakan OpenRAN. Sementara di Amerika Serikat, berbagai Senator dan Ketua FCC mendukung digunakannya OpenRAN ini. Senator Mark Warner baru-baru ini mengajukan RUU di Kongres yang akan mengarahkan sebanyak $ 1 miliar kepada komunitas OpenRAN. 


Image Taken By Andrian S


OpenRAN sepertinya terus bertemu dengan momentum dalam industri telekomunikasi. OpenRAN dikalim dapat membantu operator mengurangi biaya dalam membangun jaringan seluler, OpenRAN dapat menurunkan hambatan dalam bekerja bersama vendor baru dan meningkatkan ekonomi jaringan. Dengan perangkat keras yang netral dari vendor, inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada sejumlah kecil vendor dengan menghapus komponen hardware dan software nya dari jaringan, dan mengurangi pengeluaran besar yang terjadi pada infrastruktur jaringan.


OpenRAN dapa Mengurangi CapEx dan OpEX saat Transisi ke Jaringan 5G



OpenRAN menawarkan pendekatan terbaik bagi para operator untuk secara signifikan mengurangi CapEx dan OpEX mereka saat transisi ke jaringan 4G + 5G. Dalam mengatasi kebutuhan aplikasi-aplikasi yang membutuhkan bandwidth lebar, hal itu tentu menuntut karakteristik perilaku berbeda dari jaringan, disnilah OpenRAN dapat berperan. Selama bertahun-tahun, industri telekomunikasi telah berbicara tentang ekosistem RAN multi-vendor yang terbuka dan benar-benar dapat dioperasi, tetapi semua janji tersebut gagal di tangan para vendor infrastruktur RAN yang telah berkuasa lama.


Image Taken By Andrian S



OpenRAN sebagai Model Ekonomi Bari bagi Industri Telekomunikasi

Interface terbuka merupakan pilihan terbaik bagi operator dan industri secara keseluruhan, pembentukan ekosistem terbuka ini tentu menciptakan penantang khususnya bagi vendor radio “konvesnsional” yang telah lama berkuasa. Munculnya OpenRAN akan menjadi pengubah permainan, karena operator terus mencari model ekonomi baru di mana pendekatan ‘konvensional” berbasis hardware tidak lagi menjadi pilihan yang mutlak. Integrasi solusi ujung ke ujung memudahkan operator yang lebih kecil untuk menggunakan solusi OpenRAN ini, karena OpenRAN akan mengambil tanggung jawab pengujian interoperabilitas dan integrasi multi-vendor. 

Operator yang lebih kecil dapat kekurangan sumber daya internal untuk menggunakan dan mengelola jaringan multi-vendor, tetapi sekarang mereka tidak perlu dibatasi oleh hal itu, karena ada OpenRAN.


Image Taken By Andrian S


Namun, OpenRAN masih masih jauh dari penyebaran komersial yang luas. Uji coba demi uji coba merupakan langkah yang tepat. Membutuhkan waktu, khususnya bagi industri telekomunikasi “konvensional” yang masih lembam. Hal ini memang masih terlihat di beberapa survei bahwa ada 28% responden operator yang masih khawatir pada kinerja OpenRAN yang tidak akan cocok dengan infrastruktur mereka saat ini, sementara 14% nya masih khawatir tentang interoperabilitas. Kematangan teknologi OpenRAN juga masih dipandang sebelah mata oleh 11% dari perusahaan telekomunikasi. Tanda-tanda awal yang menjanjikan masih tetap ada, tetapi masih harus dilihat apakah OpenRAN mampu menggeser status quo atau akhirnya menjadi RAN yang dicari untuk investasi yang lebih efisien.


Operator Opercaya OpenRAN sebagai soluis untuk Lokasi padat penduduk


Beberapa operator yang  percaya pada OpenRAN, menggunakan OpenRAN pada lingkungan perkotaan yang padat, serta komunitas pedesaan yang lebih kecil dan terisolasi. Pada penerapan 5G yang lebih luas, OpenRAN akan menjadi bagian dari solusi untuk menghadirkan konektivitas terbaru kepada lebih banyak orang di seluruh negeri.

Image Taken By Andrian S



OpenRAN banyak diminati Operator Indonesia dan semakin terlihat sebagai ide yang menarik bukan hanya karena manfaat teknologi, tetapi juga komersial. Pertama, membuka jaringan untuk vendor baru yang akan mendorong inovasi di bidang baru, dan kedua, dapat memberi tekanan pada vendor saat ini untuk menegosiasikan persyaratan yang lebih menguntungkan perusahaan telekomunikasi.


Ditulis oleh : Andrian S
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar