Skip to main content

Huawei 5G Mendominasi pasar asia

 Dominasi Huawei 5G di Asia Tenggara, apakah masih relevan ?

Huawei 5G Mendominasi pasar asia



Perkembangan Teknologi 5G Huawei di Asia Tenggara

Wilayah Asia Tenggara menjadi medan pertempuran menarik untuk implementasi 5G saat Singapura dan Vietnam memilih vendor Eropa yang merupakan kompetitor Huawei. Dengan Singapura menjadi negara terbaru yang bermitra dengan vendor Eropa untuk infrastruktur 5G, Huawei menghadapi tantangan yang semakin meningkat dalam perlombaan global untuk peralatan jaringan 5G di kawasan Asia Tenggara.


Operator telekomunikasi utama Singapura yakni Singtel dan Starhub telah memilih Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia untuk mitra jaringan 5G. Akibatnya, Huawei kehilangan peran kunci  di Singapura,  meskipun    pemerintah  Singapura mengatakan bahwa  ini bukan  berarti penolakan terhadap vendor 5G asal China tersebut. Negara terkaya dan paling maju secara teknologi di Asia Tenggara telah memilih vendor 5G Eropa.


Perusahaan dan individu cenderung memanfaatkan internet untuk pekerjaan dan pendidikan jarak   jauh,   e-commerce,   dan   streaming   video   karena   pandemi   virus   corona. Operator telekomunikasi Asia Tenggara tengah bersiap untuk memberikan layanan 5G karena situasi saat ini, yang telah meningkatkan permintaan untuk infrastruktur internet berkecepatan tinggi industri dan komersial.


Operator   seluler   terbesar   Thailand, Advanced   Info   Service   (AIS) mengungkapkan   bahwa perusahaan menyisihkan hingga $ 1,2 miliar untuk investasi dalam perluasan jaringan 5G, yang bertujuan untuk mencakup sekitar 13% dari total populasi Thailand. Demikian juga tiga operator telekomunikasi besar Vietnam, Viettel, MobiFone, dan Vietnam and Telecommunications Group (Vinaphone), semuanya menyatakan siap meluncurkan 5G.


Huawei yang telah lama aktif berkembang di Asia Tenggara, mempunyai daya saing harga yang sering ditunjukkan oleh banyak pengamat dimana kira-kira 30% lebih murah daripada vendor Ericsson  dan  Nokia.  Huawei  telah  bekerja  dengan  AIS  untuk  mengembangkan  jaringan  5G nasional di Thailand. Huawei juga bermitra dengan Maxis Malaysia untuk persiapan peluncurkan 5G di negara jiran tersebut, dan di Filipina Huawei bekerja dengan Globe telecom untuk layanan 5G fixed wireless access (FWA). Kamboja yang diketahui pro-China juga menggunakan peralatan vendor Huawei.


Huawei kini masih mencari peluang di Singapura, Huawei terus membangun rekam jejaknya di Singapura. Keputusan Singapura itu sendiri, kemungkinan akan berdampak kecil atau tidak sama sekali pada perlombaan 5G global Huawei. Huawei, meskipun tidak terpilih untuk infrastruktur jaringan utama 5G Singapura, tetap akan dilibatkan dalam ekosistem 5G yang lebih luas, namun tetap dengan peran yang lebih kecil di Singapura.


Sejauh ini, salah satu dari sedikit negara Asia Tenggara yang dengan jelas memilih vendor non- China adalah Vietnam. Viettel telah berkolaborasi dengan Nokia, dan juga mengembangkan peralatan 5G-nya sendiri, hal ini memungkinkan Viettel untuk mengabaikan perangkat 5G yang dipasok oleh Huawei.


Singtel bukan hanya perusahaan telekomunikasi terkemuka di Singapura,  tetapi investasi dan sahamnya juga berpengaruh dan tersebar di Asia. Singapura memiliki saham di AIS Thailand, Telkomsel Indonesia, Globe Telecom Filipina, juga serta Bharti Airtel di India. Meskipun mitra 5G perusahaan-perusahaan Singapura ini akan bergantung pada preferensi regulator lokal. Meningkatnya ketegangan geopolitik global juga membayangi masalah ekonomi di banyak negara Asia Tenggara.


Di Asia Tenggara, ketegangan juga meningkat di Laut China Selatan, karena China meningkatkan aktivitas di wilayah tersebut setelah keluar lebih cepat dari pandemi virus korona daripada negara Asia Tenggara. Perselisihan politik semacam itu dapat membayangi masalah ekonomi seperti pengadaan 5G. Sebagian besar negara memilih vendor mereka berdasarkan persyaratan yang diberlakukan oleh regulator atau pemerintah. Sebagian besar negara tidak akan membatasi 

vendor yang dapat bekerja sama dengan operator. Namun, ada kemungkinan besar persyaratan keamananlah yang harus lolos dan dipenuhi oleh vendor.


Ditulis oleh : Andrian S


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar