Skip to main content

Rencana Penyediaan Frekuensi 5G di Indonesia

Berikut ini adalah Rencana Penyediaan Frekuensi 5G di Indonesia


Rencana Penyediaan Frekuensi 5G di Indonesia



Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan informasi (KOMINFO) masih mengodok tata cara Implementasi Jaringan 5G di indonesia terutama Dalam hal Penyediaan Pita atau Band Frekunesi. 

Berikut adalah Rencana Penyediaan Pita atau Band Frekuensi 5G di Indonesia :


1. Frekuensi 700 MHz dengan Potensi Bandwidth 45 MHz FDD

Frekunsi 700 MHz ini Rencananya akan Digunakan oleh TV Analog, perlu mendorong kebijakan Analog Switch Off (ASO) di dalam RUU Cipta Kerja (Omnibus Law). Direncanakan akan mendahulukan daerahdaerah dimana tidak ada pendudukan frekuensi Digital Dividend (Ch. 49-62).


2. Frekensi 2.3 GHz dengan potensi bandwidth 30 MHz


Untuk Frekunsi 2.3 MHz ini Rencananya akan dilakukan Persiapan untuk seleksi terhadap Blok dan Zona di luar izin operator BWA Persiapan meliputi regulasi, draft dokumen seleksi, diskusi reserved price dengan auditor negara, penyiapan sistem e-auction, dll.


3. Frekensi 2.6 GHz dengan potensi bandwidth 190 MHz


Frekunsi 2.6 GHz ini Rencananya akan Dapat diakselerasi penyediaannya dengan cara mempercepat pengakhiran layanan satelit siaran (Broadcast Satellite Service/BSS)

4. Frekensi 3.3 GHz dengan potensi bandwidth 100 MHz


Frekunsi 3.3 GHz ini  Sedang diberlakukan moratorium izin baru Izin eksisting operator BWA diberikan batasan masa laku

5. Frekensi 3.5 GHz dengan potensi bandwidth 200 MHz


Frekunsi 3.5 GHz ini Diperlukan pentahapan yang cermat agar memberi kesempatan operator satelit mempersiapkan diri untuk mengosongkan pita extended-C Band ini.

6. Frekensi 26 GHz dengan potensi bandwidth 1000 - 3250 MHz


Untuk Frekensi 26 GHz dengan potensi bandwidth 1000 - 3250 MHz masih kosong. Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan informasi belum memberikan informasi terhadap frekuensi ini. 

7.  Frekensi 28 GHz dengan potensi bandwidth 2000 MHz

Terakhir, Untuk Frekensi 28 GHz Rencananya digunakan co-exist dengan Satelit Satria (High Throughput Satellite /HTS) dari BAKTI. Cocok untuk digunakan sebagai solusi pelengkap / komplemen terhadap teknologi Fiber To The Home (FTTH) agar mengakselerasi penetrasi Fixed Broadband.


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar