Skip to main content

Perbedaan antara 4G Core dan 5G Core

Pada Jaringan Core 4G LTE, semua traffic data harus melalui satu jenis node yang disebut Packet Data Network Gateway (P-GW). Arsitektur core LTE  ini menguntungkan dalam hal operasi dan manajemen. Namun, ini berpotensi menimbulkan batasan yang sangat jauh ketika ada traffic pada  backhaul di 5G meningkat.


1. Ilustrasi Arsitektur 4G Core Network

Gambar berikut mengilustrasikan arsitektur core pada Jaringan 4G LTE yang ada saat ini,  dan potensi masalah ketika ada peningkatan ltraffic yang siknifikan dan Beberapa kompromi dan batasan teknis dari LTE-SAE saat ini:


  • Potensi bottleneck traffic pada Packet Data Network Gateway (P-GW).
  • hardware akan bergantung pada fungsi jaringan
  • Jaringan yang tertutup dan VAS yang dimanage oleh operator ( Closed & operator-driven VAS)
Saat ini, kapasitas maksimal sel untuk BTS 5G diharapkan lebih tinggi dari beberapa puluh Gbps. Mengingat bahwa banyak BTS akan digunakan secara padat dan terpusat untuk Cloud-RAN, lalu lintas backhaul seluler diperkirakan akan melampaui ratusan Gbps.

Oleh karena itu, fungsi jaringan inti  atau core network dan semua arsitektur harus ditingkatkan untuk mendukung berbagai layanan 5G dengan lebih baik (seperti broadband seluler, IoT mission-critical, dan IoT masif) bahkan ketika jaringan sedang padat karena tingginya traffic yang sering terjadi.


2. Ilustrasi Arsitekutur 5G Core Network

Untuk meningkatkan arsitektur yang ada untuk mendukung skalabilitas dan kinerja dengan lebih baik, 5G mendefinisikan arsitektur Cloud Core dan komponennya di bawah ini:


  • arsitektur Flat untuk menjaga stabilitas traffic
  • Software yang sudah tervirtualisasi dan tidak terganntung pada hardware 
  • arsitektur yang terbuka atau Open architecture / API untuk kebutuhan inovasi teknologi


Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar